Powered By Blogger

Rabu, 20 Agustus 2014

Translasi Valuta Asing

TRANSLASI VALUTA ASING

Sebagian besar masalah yang berkaitan dengan translasi valuta berasal dari fakta bahwa kurs-kurs valuta asing yang digunakan dalam proses translasi jarang konstan. Konsekuensinya, hasil operasi dapat bervariasi,akibat adanya perbedaan dalam kurs-kurs translasi yang dipakai dan disposisi akuntansi dari efek-efek keuangan yang dihasilkan.
Perkembangan seperti runtuhnya dominasi mata uang dolar, pergerakan niali mata uang yang disetujui oleh pemerintah, dan globalisasi pasar-pasar modal dunia, berperan besar meningkatkan ketertarikan eksekutif-eksekutif keuangan, akuntan, dan komunitas keuangan pada pentingnya dan konsekuensi-konsekuensi ekonomi dari translasi valuta asing.

Alasan-Alasan bagi Translasi
Translasi adalah proses penyajian kembali (restating) berbagai saldo valuta asing kedalam valuta tunggal yang ekivalen.
 Alasan utama adalah :  Perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak operasi di luar negeri harus menyiapkan laporang keuangan konsolidasi dalam mata uang yang homogen, sehingga diperlukan kerangka valuta tunggal, dan ini, secara tradisional, berupa valuta pelaporan perusahaan induk.
 Alasan-alasan lainnya adalah :
1. Untuk mencatat transaksi-transaksi valuta asing
2. Untuk melaporkan aktivitas-aktivitas cabang dan perusahaan anak internasional
3. Untuk melaporkan hasil-hasil operasi independen di luar negeri.
Latar Belakang dan Terminologi
Konversi merupakan pertukaran phisik antara satu valuta dengan valuta yang lain. Sedangkan translasi hanya merupakan perubahan dalam ekspresi moneter, tidak perlu ada pertukaran phisik, tidak ada transaksi yang terjadi. Mekanisme yang digunakan untuk mentranslasikan saldo-saldo valuta asing kedalam valuta domestic yang ekivalen adalah kurs valuta asing, yaitu harga satu unit valuta yang ditunjukkan kedalam valuta lain.
Aktivitas arbitrage adalah aktivitas yang membatu menjamin keseragaman harga valuta di seluruh dunia, karena perusahaan bisnis yang membeli dan menjual valuta asing dalam kaitannya dengan aktivitas impor, ekspor, dan investasi, individu-individu yang berwisata sebagai turis atau yang melakukan pembayaran di luar negeri, dan pedagang professional yang hidup dengan berspekulasi atas naik-turunnya nilai valuta atau dengan mengeksploitasi perbedaan harga sebuah valuta secara simultan dalam pasar yang berbeda.
Spot forward Swap
Valuta dibeli dan dijual segera dikirim dalam 2hari bisnis Persetujuan untuk menukar jumlah valuta tertentu dengan valuta lain pada suatu waktu di masa depan (1,2,3,6 atau 12 bulan) Melibatkan pembelian spot dan penjualan forward, atau penjualan spot dan pembelian forward secara simultan, dari valuta tertentu.
Nilai tukar dipengaruhi factor perbedaan tingkat inflasi antar Negara bersangkutan, perbedaan suku bunga nasional, dan kekuatan permintaan dan penawaran yang kompleks.  Bekerja dengan baik jika perbedaan suku bunga antar Negara yang bersangkutan lebih besar dari tingkat diskon atas dolar forward yaitu perbedaan antara dolar spot dan dolar forward.
• Kuotasi langsung yaitu nilai tukar menentukan jumlah tertentu unit valuta domestic yang dibutuhkan untuk mendapatkan satu unit valuta asing.
• Kuotasi tidak langsung yaitu kurs menentukan harga satu unit valuta domestic dalam valuta asing dan berbanding terbalik dengan cara langsung. 
Persoalan
Devaluasi berarti bahwa lebih banyak unit valuta yang didevaluasikan yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah tertentu unit valuta lain, Revaluasi berarti sebaliknya.
System tukar yang mengambang (floating) telah mengakibatkan gejolak nilai tukar yang signifikan selama waktu tersebut. Perkembangan variabilitas nilai tukar bukannya menurun sejak dipakainya system floating tapi justru ternyata meningkat sehingga menciptakan kesulitan dalam prosedur-prosedur translasi valuta asing dan konversi perusahaan multinasional.

Efek terhadap Laporan Keuangan dari Kurs-Kurs Translasi Alternative
3 jenis kurs yang dapat digunakan untuk mentraslasikan saldo valuta asing ke dalam valuta domestik, yaitu:
1. Kurs berlakukurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan
2. Kurs historis  kurs yang berlaku pada saat asset-valuta asing pertama sekali diperoleh atau ketika kewajiban valuta asing terjadi.
3. Kurs rata-rataterdiri dari rata-rata sederhana atau rata-rata sederhana tertimbang dari kurs berlaku maupun kurs historis dan merupakan variasi sderhana dari kurs berlaku atau kurs historis.
Intinya adalah pemakaian kurs historis membentengi laporan keuangan dari kerugian atau keuntungan translasi valuta asing yaitu dari peningkatan atau penurunan dalam dolar-ekivalen dari saldo valuta asing akibat fluktuasi kurs translasi antar periode pelaporan. Keuntungan atau kerugian translasi timbul karena penggunaan kurs berlaku.
Transaksi valuta asing terjadi ketika perusahaan membeli/ menjual barang yang pembayarannya dilakukan dalam valuta asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan valuta asing, sehingga diperlukan translasi untuk mempertahankan catatan akuntansi dalam satu valuta saja. Ada 2 macam penyesuaian transaksi :
1. Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang telah terselesaikan,timbul ketika kurs yang digunakan untuk membukukan transaksi berbeda dari kurs yang digunakan untuk mencatat penyelesaiannya.
2. Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang belum terselesaikan timbul ketika laporan keuangan disiapkan sebelum penyelesaian transaksi.

Perbedaan kerugian dan keuntungan transaksi dengan kerugian dan keuntungan translasi:
Kerugian dan Keuntungan Transaksi Kerugian dan Keuntungan Translasi
 Sudah terealisasi dan akuntan setuju kerugian atau keuntungan harus dicerminkan dalam laporan keuangan secepatnya.   Penyesuaian translasi (termasuk keuntungan atau kerugian transaksi yang belum terselesaikan) dianggap sebagai belum terealisir

Terdapat 2 Metode translasi
1. Single Rate Method
Kelebihan : Kelemahan:
 Metode yang popular di Eropa dan Timur Jauh mengaplikasikan kurs tunggal kurs berlaku atau kurs penutupan untuk semua aktiva dan kewajiban valuta asing dan biasanya menggunakan rata-rata tertimbang untuk mentranslasikannya.
 Metode kurs berlaku adalah cara yang paling baik untuk mempertahankan rasa local dari laporan valuta. Metode ini mempertahankan hasil keuangan dan hubungan asli dalam laporan konsolidasi dari entitas-entitas individual yang dikonsolidasi.  Merusak tujuan dasar dari laporan keuangan konsolidasi karena menyajikan untuk keuntungan pemegang saham perusahaan induk
 Mempertahankan valuta pelaporan perusahaan induk sebagai unit pengukuran.
 Asumsi bahwa semua aktiva-valuta local dipengaruhi oleh risiko nilai tukar
 Asumsi bahwa fluktuasi valuta domestic yang ekivalen, yang disebabkan oleh fluktuasi kurs translasi berjalan, merupakan indicator perubahan nilai intrinsic aktiva.


2. Multiple Rate Methods
Metode kurs berganda kombinasi nilai tukar berjalan dan historis dalam proses translasi. Dibagi kedalam 3 metode :
1) Metode berlaku-historis. Populer di AS sebelum tahun 1976
Kelebihan Kelemahan
• Kurs berlakumentranslasikan aktiva dan kewajiban lancar perusahaan anak di luar negeri kedalam valuta pelaporan persahaan induk.
• Kurs historismentranslasikan aktiva dan kewajiban non lancar, beban depresiasi dan amortisasi.
 • Kurang memiliki justifikasi konseptual.
• Definisi yang ada tidak menjelaskan mengapa cara klasifikasi mengenai aktiva dan kewajivan lancar dan non-lancar menentukan kurs mana yang akan digunakan dalam proses translasi.
• Kurs yang berfluktuasi mungkin menghasilkan translasi yag mendistorsi hasil operasi antar periode akuntansi.
2) Metode moneter-non moneter. Diprakarsai oleh Alm. Prof. Samuel R. Hepworth dalam sebuah riset Reporting Foreign Operations.
Kelebihan: Kelemahan:
• Asset dan kewajiban moneter
mewakili hak untuk menerima atau keharusan untuk membayar sejumlah valuta asing tertentu dimasa depan.(kas, piutang,hutang, dan hutang jangka panjang) ditranslasikan memakai kurs berlaku
• Item nonmoneteraktiva tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan ditranslasikan memakai kurs historis
• Item laporan laba-rugi ditranslasikan dengna metode berlaku-historis. • Risiko nilai tukar berkaitan dengan komposisi aktiva lancar.
• Penentuan kurs translasi bergantung pada pola klasifikasi.
• Risiko persediaanketika penyesuaian harga local yang mengikuti devaluasi valuta dibatasi oleh control harga pemerintah atau tekanan kompetisi local.
• Translasi persediaan dengan kurs historis mempertahankan nilai dolar yang mungkin sebenarnya menyimpang dalam hasil konsolidasi.
• Lambatnya laju turnover persediaan mengakibatkan distorsi margin laba.

3) Metode temporal
Kelebihan Kelemahan
• Translasi valuta merupakan proses konversi pengukuran (penyajian ulang nilai tertentu)
• Hanya dapat mengubah unit pengukuran.
• Dapat mengakomodasi kerangka penilaian aktiva apapun  baik biaya historis, current replacement price atau nilai realisasi bersih. • Tidak dapat digunakan untuk mengubah atribut suatu item yang sedang di ukur.
Lorensen, Prinsip temporal :
Uang, piutang, dan hutang yang diukur pada jumlah yang dijanjikan seharusnya ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada tanggal neraca. Aktiva dan kewajiban yang diukur pada harga uang seharusnya ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada tanggal yang berkenaan dengan harga uang tersebut.

Efek- efek atas Laporan Keuangan.
Dalam metode kurs berlaku,
 perubahan kurs mempengaruhi dolar ekivalen dari asset valuta asing total (VA)dan kewajiban valuta asing total (TL) perusahaan anak dalam periode berjalan.
 Dalam pengertian akuntansi, Asset dan kewajiban dikatakan terbuka (expose) terhadap valuta asing, karena nilai dolarnya dipengaruhi perubahan dalam kurs berlaku.
 Berlaku posisi aktiva neto-terbuka VA>TL= kerugian translasi jika mengalami depresiasi, dan keuntungan translasi jika apresiasi terhadap dolar.
 Berlaku posisi kewajiban neto-terbuka VA

Seklumit Mengenai Struktur Teori Akuntansi

Salam Selamat dan Semangat Pagi Selalu buat temend-temend semua.... Pada kesempatan kali ini Evi bakal ngPosin sesuatu yang mungkin bermanfaat buat temend-temend AMIIIINNNNNN........................ Khususnya mengenai Struktur Teori Akuntansi ; Harahap (1997) mengungkapkan bahwa: Struktur teori akuntansi yang menggambarkan susunan, hierarki, dan konsep menyeluruh dari akuntansi keuangan yang akan membantu menyatukan langkah dan pendapat sehingga bermanfaat bagi semua orang untuk meningkatkan kegunaannya. Namun tidak dapat disangkal lagi bahwa struktur teori akuntansi yang dipengaruhi oleh sistem ekonomi, sosial, ideologi yang dianut oleh masyarakat yang ada (Harahap, 1997:59). Belkaoui (1999,131) memberikan pengertian struktur teori akuntansi konvensional sebagai elemen yang saling berkait yang menjadi pedoman pengembangan teori dan penyusunan teknik-teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi menggambarkan susunan, hirarki dari konsep menyeluruh akuntansi keuangan. Namun tidak dapat disangkal lagi bahwa struktur teori akuntansi dipengaruhi oleh sistem ekonomi, sosial, ideologi yang dianut oleh suatu masyarakat. Sehingga jika dilihat pengaruhnya bisa diamati dari hubungan antara pemakai laporan keungan, prinsip akuntansi, teori akuntansi serta fenomena sosial dapat dilihat dari gambar berikut ini : Gambar: 1. Sehingga dapat kita disimpulkan bahwa struktur teori akuntansi konvensional lahir dari masyarakat Amerika dengan sistem ekonomi kapitalisme dengan berbagai sifat dan sistem sosial yang dimilikinya seperti sistem demokrasi, liberalisme, sekularisme dan persaingan yang dipengaruhi dan didasari atas nilai-nilai rasional, kebebasan individu, dan nilai materi akan membawa pengaruh bagi postulat, prinsip dasar dan teknik akuntansi yang berlaku, sebagaimana bisa dilihat pada elemen-elemen dalam hirarki dapat digambarkan dibawah ini: Gambar 2: Hirarki Elemen Struktur Teori Akuntansi konvensional Sumber : Belkaoui (1999,133) Dari hirarki di atas dapat kita lihat elemen-elemen yang membentuk akuntansi yaitu; 1. Rumusan tentang tujuan laporan keuangan . 2. Rumusan tentang postulat/dalil dan konsep teoritis yang berhubungan dengan asumsi-asumsi dan sifat akuntansi. 3. Rumusan prinsip akuntansi utama yang berdasarkan pada postulat dan konsep teoritis tadi. 4. Teknik akuntansi yang dirumuskan dari prinsip akuntansi utama . Dengan mengacu pada Belkaoui (1999) maka, elemen-elemen dalam struktur teori akuntansi didefinisikan sebagai berikut: a. Postulat/Dalil Akuntansi adalah pernyataan atau aksioma yang terbukti dengan sendirinya, yang diterima umum karena kesesuaiannya dengan laporan keuangan, yang menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosial, dan hukum dari suatu lingkungan di mana akuntansi itu beroperasi. b. Konsep teoritis akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau juga disebutkan aksioma yang sudah diterima umum karena kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan yang menggambarkan sifat-sifat entitas akuntansi yang berperan dalam ekonomi bebas yang ditandai oleh adanya pengakuan adanya kepemilikan pribadi atas kekayaan. c. Prinsip akuntansi adalah peraturan umum, yang dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, atau konsep teoritis akuntansi yang menjadi dasar dalam pengembangkan teknik akuntansi. Teknik Akuntansi adalah peraturan-peraturan umum, yang dijabarkan dari prinsip akuntansi, yang mengatur tentang bagaimana perlakuan terhadap transaksi-transaksi atas kejadian-kejadian tertentu yang dialami suatu entity ( Belkaoui, 1999:132-4).

Kamis, 03 April 2014

ALBUM EPHY

anda" target="_blank"> " target="_blank">